Koperasi Karyawan Mical Sebagai Koperasi Terbaik Tingkat Nasional Yang Terus Meningkatkan Partisipasi Anggotanya Dengan Berbagai Jenis Usaha Sehingga Dapat Bersaing Dalam Berbagai Bentuk Pasar di Indonesia
Abstrak
Objektif : Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis evaluasi keberhasilan koperasi dilihat dari sisi anggota, evaluasi keberhasilan koperasi dilihat dari sisi perusahaan, peranan koperasi dan pembangunan koperasi di negara berkembang pada Koperasi Karyawan Mical berdasarkan materi Ekonomi Koperasi bab 9, bab 10, bab 11, dan bab 12.
Teknik Analisa : Teknik yang digunakan adalah teknik analisis konten.
Sumber Data : Kajian pustaka mencakup informasi yang diperoleh dari sumber yang dipilih melalui website Koperasi Karyawan Mical, website KBBI Online, website Columbia University Mailman School of Public Health, dan materi Bahan Ekonomi Koperasi.
Metode Penelitian : Peneliti menggunakan teknik analisis isi dimana teknik ini digunakan untuk membuat kesimpulan secara sistematis dan objektif mengidentifikasi karakteristik khusus dari pesan (Holsti,1968). Peneliti menentukan sampel atau bahan yang akan digunakan untuk analisis dengan melakukan tinjauan pustaka maupun memilih data dari website resmi koperasi. Setelah sampel dipilih, peneliti perlu menentukan jenis hubungan apa yang akan diteliti dan tingkat analisis: kata, pengertian kata, frasa, kalimat, tema, contohnya menganalisis keberhasilan Koperasi Karyawan Mical dari sisi anggota dan perusahaan, peran Koperasi Karyawan Mical dalam berbagai bentuk pasar dan pembangunan Koperasi Karyawan Mical di Indonesia. Setelah di kumpulkan data tersebut dan dianalisis, penulis membuat kesimpulan dari hubungan data yang ada untuk penelitian ini.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian yang saya lakukan, dari segi evaluasi keberhasilan koperasi dilihat dari sisi anggota, efek harga dan efek biaya, serta hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi, Koperasi Karyawan Mical menjaga hubungan dengan para anggotanya agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan koperasi karena laba dan keberhasilan koperasi tergantung pada kinerja/partisipasi anggotanya. Dari segi evaluasi keberhasilan koperasi dilihat dari sisi perusahaan, Koperasi Karyawan Mical termasuk koperasi yang efisien, efektif dan produktif yang diperolehnya manfaat ekonomi terhadap usahanya. Koperasi Karyawan Mical termasuk kedalam jenis pasar oligopoli dan monopolistik karena menyediakan barang dan jasa yang beragam.
Kesimpulan : Kegiatan Koperasi Karyawan Mical diarahkan kepada bidang usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Pelaksanaan usaha-usaha Koperasi Karyawan Mical dapat mewujudkan pelayanan yang dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya kepada anggotanya sehingga tingkat partisipasi anggota menjadi meningkat. Koperasi Karyawan Mical juga termasuk koperasi yang efisien dan produktif, serta berperan pada pasar persaingan tidak sempurna.
BAB IXEvaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat dari Sisi Anggota
Efek-efek ekonomis koperasi
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual/pembeli di luar koperasi.
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical sesuai dengan efek-efek ekonomis koperasi. Dimana Koperasi Karyawan Mical menjaga hubungan koperasi dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi agar usaha koperasi dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan anggota koperasi dapat bekerja lebih optimal lagi. Anggota sebagai pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual/pembeli di luar koperasi.
Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan dibanding yang diperolehnya dari pihak-pihak lain diluar koperasi.
Menurut analisis saya, pernyataan tersebut sesuai dengan Koperasi Karyawan Mical. Dimana setiap anggota Koperasi Karyawan Mical akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya dan pelayanan itu ditawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan dibanding yang diperolehnya dari pihak-pihak diluar koperasi.
Efek harga dan efek biaya
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.
Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical sesuai dengan pernyataan efek harga dan efek biaya tersebut. Dimana partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Tingkat partisipasi anggota dipengaruhi oleh besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif. Seperti dalam laporan keuangan Koperasi Karyawan Mical yang mengatakan pemanfaatan ekonomis adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien dan diperolehnya keuntungan (SHU) dari pelayanan tersebut.
Analisis hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi
Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima oleh anggota. Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partisipasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang didapat oleh anggota tersebut.
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical sesuai dengan pernyataan analisis hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi. Dimana Koperasi Karyawan Mical tidak hanya mengutamakan laba tetapi juga pelayanan anggotanya. Karena laba dan keberhasilan koperasi tersebut tergantung pada kinerja/partisipasi anggota kepada koperasinya. Partisipasi anggota pada Koperasi Karyawan Mical cukup besar karena program simpanan yang diterapkan pada Koperasi Karyawan Mical menguntungkan bagi para anggotanya dan hal itu menjadikan Koperasi Karyawan Mical sebagai partner keuangan terbaik bagi para anggotanya. Selain itu, pengurus juga menetapkan program-program yang menunjukkan keberpihakannya pada para anggota sekaligus untuk menjaga agar program-program Koperasi Karyawan Mical tetap kompetitif dibanding lembaga keuangan lainnya yaitu:
• Memberikan retur setiap enam bulan sebanyak 17%-20% dari jasa.
• Menghapus denda pelunasan pinjaman lebih awal.
• Menghapuskan saldo pinjaman untuk anggota yang meninggal sejumlah Rp. 50 juta.
• Untuk SSK berjangka yang dicairkan sebelum jatuh tempo hanya dipotong selisih jasa SSK berjangka dikurangi SSK biasa.
Dengan program-program tersebut, anggota Koperasi Karyawan Mical setiap tahunnya selalu bertambah. Oleh karena itu, pendapatan yang dihasilkan dari usaha Koperasi Karyawan Mical tentunya akan meningkat.
Penyajian dan analisis neraca pelayanan
Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangan-tantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan.
Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical sesuai dengan pernyataan penyajian dan analisis koperasi neraca pelayanan. Bahwa pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu disesuaikan terhadap perubahan kebutuhan anggota dan lingkungan koperasi. Adapun beberapa faktor yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya yaitu adanya tekanan persaingan dari organisasi lain dan perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perusahaan waktu dan peradaban. Koperasi sangat perlu untuk meningkatkan pelayanannya kepada anggota agar tidak kalah saing dengan lembaga keuangan lainnya. Tentunya Koperasi Karyawan Mical telah menentukan sikap, untuk meningkatkan pelayanannya kepada anggota, memberikan dana pendidikan, dana sosial, dll. Dalam ART Koperasi Karyawan Mical tertulis bahwa pelaksanaan usaha-usaha Koperasi Karyawan Mical harus dapat mewujudkan pelayanan yang dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya kepada anggota dengan tetap mempertimbangkan kelangsungan hidup Koperasi Karyawan Mical serta Sisa Hasil Usaha (SHU) yang wajar.
BAB XEvaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Perusahaan
Efisiensi Perusahaan Koperasi
Tidak dapat dipungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di landasi oleh pikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi.
• Efisiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia disebut (Efisien).
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical sesuai dengan pernyataan efisiensi perusahaan koperasi. Dimana Koperasi Karyawan Mical adalah badan usaha yang dibentuk berlandaskan pikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang (Karyawan PT. PIC) dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan anggota dan kesejahteraan anggotanya. Koperasi Karyawan Mical juga memenuhi kemanfaatan ekonomi dengan efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi terhadap usahanya.
Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :
1. Manfaat ekonomi langsung (MEL)
2. Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.
METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporankeuangan/pertanggungjawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical juga memiliki manfaat ekonomi langsung dan tidak langsung. Manfaat ekonomi langsung dapat diberikan koperasi dalam bentuk efisiensi harga pada saat anggota melakukan transaksi dengan koperasinya dengan seperti harga jual koperasi kepada anggotanya yang lebih murah dibandingkan pesaing, dan tingkat bunga yang lebih rendah bagi anggota yang meminjam ke koperasi. Dan juga manfaat ekonomi tidak langsung yaitu anggota menerima manfaat ekonominya setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau pelaporan keuangan seperti penerimaan SHU anggota.
Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) – BA
Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara sebagai berikut :
MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
METL = SHUa
Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:
1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota (TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan Anggaran biaya pelayanan = Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota.
2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota (TEBU) = Realisasi biaya usaha Anggaran biaya usaha Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha.
Menurut analisis saya, dari segi efisiensi biaya yang mengukur penghematan tingkat input anggaran dengan tingkat input yang direalisasikan, Koperasi Karyawan Mical tergolong koperasi yang efisien. Dimana manajemen koperasi berhasil menekan biaya yang dikeluarkan sehingga nilainya dibawah nominal yang telah dianggarkan.
Efektivitas Koperasi
• Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa disebut efektif.
• Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK= Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >1, berarti efektif
Menurut analisis saya, dari segi efektivitas koperasi yang mengukur pencapaian target output dengan membandingkan output anggaran dengan output realisasi, Koperasi Karyawan Mical bisa dikatakan efektif karena Koperasi Karyawan Mical menghasilkan output realisasi yang lebih besar dari output anggarannya.
Produktivitas Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) disebut produktif.
Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUkx 100 %
1. Modal koperasi
PPK = Laba bersih dari usaha dengan non anggota x 100%
2. Modal koperasi
a) Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp…..
b) Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp….
Menurut analisis saya, dari segi produktivitas koperasi yang mengukur pencapaian target output atas input yang digunakannya Koperasi Karyawan Mical bisa dikatakan koperasi yang produktif. Koperasi Karyawan Mical memiliki SHU sebesar Rp. 14.022.212.384 dan ekuitas dari simpanan anggota dan cadangan koperasi sebesar Rp. 164.796.730.501. Maka dapat dihitung produktivitas koperasi sebagai berikut: SHU/Ekuitas × 100% = Rp. 14.022.212.384/Rp. 164.796.730.501 × 100% = 8,5%. Produktifitas Koperasi Karyawan Mical > 1, sehingga dikatakan sebagai koperasi yang produktif. Untuk setiap Rp. 1,00 modal Koperasi Karyawan Mical menghasilkan SHU sebesar 8,5%.
Analisis Laporan Koperasi
Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.
Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical sesuai dengan pernyataan tersebut. Manajemen koperasi dilakukan secara terbuka terutama untuk anggota-anggotanya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi badan usaha koperasi. Dalam hal ini keterbukaan dititikberatkan pada pelaksanaan fungsi pertanggungjawaban pengurus koperasi. Dimana aspek keuangan menjadi hal yang fundamental untuk dilaporkan kepada rapat anggota karena berkenaan dengan keberlanjutan kehidupan koperasi. Laporan keuangan Koperasi Karyawan Mical bukan hanya bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi, tetapi juga bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus koperasi. Laporan keuangan dalam Koperasi Karyawan Mical dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Tujuan laporan keuangan koperasi antara lain untuk menilai pertanggungjawaban dan prestasi pengurus koperasi, menilai manfaat yang diberikan koperasi terhadap anggotanya, menilai kondisi keuangan koperasi, dan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan jumlah sumber daya dan jasa yang akan diberikan kepada koperasi.
Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang dibuat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan keuangan meliputi:
1. Neraca,
2. perhitungan hasil usaha (income statement),
3. Laporan arus kas (cash flow),
4. Catatan atas laporan keuangan
Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.
Perbedaan yang kedua ialah bahwa laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka disusun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical sesuai dengan pernyataan tersebut. Laporan keuangan secara umum, yaitu neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Secara umum susunan laporan keuangan koperasi dengan badan usaha lainnya sama. Namun, ada salah satu hal yang berbeda yaitu pada bagian perhitungan hasil usaha. Pada perhitungan hasil usaha koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan non anggota. Pada perhitungan hasil usaha Koperasi Karyawan Mical menunjukkan perhitungan hasil usaha dengan anggota sebesar Rp. 15.085.668.563, sedangkan untuk perhitungan hasil usaha dengan non anggota sebesar Rp. 1.301.546.147.
BAB XI
Peranan Koperasi
Peranan Koperasi dalam berbagai bentuk pasar
Berdasarkan sifat dan bentuknya, pasar diklasifikasikan menjadi 2 macam :
1. Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market).
2. Pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfect competitive market), yaitu: Monopoli, Persaingan Monopolistik (monopolistik competition), dan Oligopoli
Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Persaingan Sempurna
Peranan Koperasi dalam Persaingan Sempurna (perfect competitive market)
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:
- Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak
- Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen)
- Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar
- Para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical bisa termasuk kedalam jenis pasar persaingan sempurna, dimana usahanya ada yang termasuk dalam jenis tersebut diantaranya warung serba ada. Warung serba ada tersebut menjual banyak barang yang juga banyak dijual oleh warung serba ada lainnya. Dengan kata lain, penjualnya banyak dan barang yang dijual homogen. Para pembeli pun secara umum mengetahui harga dari produk tersebut dan setiap penjual bebas keluar masuk. Hal-hal tersebut sesuai dengan ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna.
Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Monopolistik
Ciri-cirinya :
- Banyak penjual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam
- Produk yang dihasilkan tidak homogen
- Ada produk substitusinya
- Keluar atau masuk ke industri relatif mudah
- Harga produk tidak sama disemua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya
Menurut analisis saya, dalam pasar monopolistik, ciri-ciri yang sesuai dengan Koperasi Karyawan Mical adalah produk yang dihasilkan tidak homogen. Koperasi Karyawan Mical menyediakan barang dan jasa yang sangat beragam. Kemudian barang yang diproduksi pun ada produk substitusinya, seperti Koperasi Karyawan Mical membangun ruko, apartemen, dan perumahan.
Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Monopsoni
- Disini ada penjual banyak tetapi hanya ada satu pembeli
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical tidak sesuai dengan pasar monopsoni, dimana dikatakan ada penjual banyak tetapi hanya ada satu pembeli. Sedangkan Koperasi Karyawan Mical, usahanya termasuk yang penjualnya banyak dan yang beli juga banyak.
Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Oligopoli
- Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar
- Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar oligopoli yaitu strategi harga dan non harga
- Untuk menghindari perang harga, perusahaan akan mengadakan product defferentiation dan memperluas pasar dengan cara melakukan kegiatan advertensi, membedakan mutu dan bentuk produk
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical bisa termasuk kedalam pasar oligopoli. Salah satu usahanya yang termasuk pada pasar oligopoli adalah pada bidang transportasi khususnya pada bidang penerbangan. Koperasi Karyawan Mical bekerja sama dengan Tranu untuk penerbangan Jakarta-Dumai dan sebaliknya. Dalam bidang ini hanya ada beberapa penjual. Selain itu, karena penjualnya yang sedikit perlu adanya strategi untuk menarik minat pelanggan dengan cara melakukan iklan dari produknya dan juga melakukan diferensiasi produk.
BAB XII
Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang
Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang (di Indonesia )
Kendala yang dihadapi masyarakat :
1. Perbedaan pendapat masyarakat mengenai Koperasi
Menurut analisis saya, Koperasi Karyawan Mical juga mengalami kendala karena adanya perbedaan pendapat mengenai koperasi. Perusahaan PT. IPC pada awal dibentuknya koperasi mengadakan sosialisasi untuk memberi pemahaman terkait koperasi.
2. Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :
• Kognisi
• Afeksi
• Psikomotor
Menurut analisis saya, cara mengatasi perbedaan dengan 3 kondisi yaitu Kognisi yang menurut KBBI adalah kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri. Dimana kondisi ini Koperasi Karyawan Mical memiliki pengetahuan atau memahami kendala yang terjadi di koperasi dan memahami cara atau langkah untuk menyelesaikan perbedaan tersebut. Kemudian Afeksi menurut KBBI adalah rasa kasih sayang, dimana dengan nilai yang terkandung dalam koperasi dan tujuan koperasi sendiri, koperasi dapat membantu anggotanya maupun masyarakat dan lingkungan sekitarnya melalui koperasi ini. Psikomotor menurut KBBI adalah psikomotorik yang dimaksud dengan berhubungan dengan aktivitas fisik yang berkaitan dengan proses mental dan psikologi. Dimana seperti afeksi ini, koperasi hadir secara nyata dengan memberikan bantuan-bantuan terkait kebutuhan anggota maupun masyarakat sehingga anggota maupun masyarakat tercukupi kebutuhan hidupnya dan mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik seperti kesejahteraan ekonomi.
3. Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967
Tahapan membangun Koperasi:
• Ofisialisasi
• De-ofisialisasi
• Otonomisasi
Menurut analisis saya, tahap pembangunan koperasi dalam tahap Ofisialisasi adalah tahapan dengan tujuan utama tahap ini untuk merintis pembentukan koperasi dari perusahaan koperasi, menurut ukuran, struktur, dan kemampuan manajemennya, cukup mampu melayani kepentingan para anggotanya secara efisien dengan menawarkan barang dan jasa yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya. Pada tahap ini koperasi dibentuk dan dirancang apa tujuan koperasi, jenis koperasinya dan juga struktur maupun layanannya. Koperasi Karyawan Mical mempunyai tujuan untuk kesejahteraan anggota dimana koperasi menjadi koperasi yang menyediakan layanan untuk kebutuhan sehari-hari anggota. Tahap Deofisialisasi memiliki tujuan utama yaitu mendukung perkembangan sendiri koperasi ke tingkat kemandirian dan otonomi. Artinya bantuan bimbingan dan pengawasan atau pengendalian langsung harus dikurangi. Koperasi Karyawan Mical sudah melewati tahap ini dimana koperasi melakukan usahanya untuk mendapatkan modal sendiri secara mandiri. Tahap Otonomisasi, tahap ini terlaksana apabila pemerintah sudah bersifat proporsional. Artinya, koperasi sudah mampu mencapai tahap kedudukan otonomi, berswadaya atau mandiri. Hal ini sesuai dengan koperasi dimana koperasi dapat melakukan usaha sendiri dan menghasilkan laba atau keuntungan bagi dirinya.
4. Misi UU No.25 Tahun 1992
Merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Menurut analisis saya, misi UU No. 25 Tahun 1992 sesuai dengan Koperasi Karyawan Mical. Misi yang terdapat pada Koperasi Karyawan Mical adalah meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pengembangan dan pemantapan usaha/bisnis Koperasi Karyawan Mical secara profesional dengan mengikutsertakan potensi ekonomi anggota, mitra usaha dan/atau masyarakat, dimana koperasi juga menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar pedoman koperasi.
Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang menurut A. Hanel, 1989
• Tahap I : Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.
• Tahap II : Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.
• Tahap III : Perkembangan koperasi sebagai organisasi koperasi yang mandiri
Menurut analisis saya, tahapan pembangunan Koperasi Karyawan Mical sesuai menurut pernyataan A. Hanel, 1989, yaitu:
• Tahap I : Koperasi Karyawan Mical telah melewatinya pada setahun setelah pendirian tepatnya pada tahun 1985 Koperasi Karyawan Mical berhasil memperoleh pengesahan badan hukum sebagai koperasi serba usaha dengan nomor 1079/BH/XIII sesuai surat KaKanwil Departemen Koperasi Riau nomor 08/KP/KWK.4/36/I/1985.
• Tahap II : Koperasi Karyawan Mical berhasil melepaskan ketergantungan pada pihak ketiga yang dijadikan tempat peminjaman modalnya. Pada tahun 1985 Koperasi Karyawan Mical berhasil melunasi hutangnya pada pihak ketiga tersebut dan mulai dengan mengumpulkan dana-dana untuk modal dari para anggotanya yang mulai banyak.
• Tahap III : Koperasi Karyawan Mical telah berkembang sebagai organisasi yang mandiri. Koperasi Karyawan Mical sudah memiliki pendapatan yang besar yang berasal dari kegiatan para anggota dan kerjasama dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, Koperasi Karyawan Mical sukses menjadi sebuah koperasi dengan prestasi yang bagus juga yaitu sebagai koperasi terbaik tingkat nasional dan Pekanbaru pada tahun 2014.
Referensi:
Koperasi Karyawan Mical. (2013) Sejarah MKK. [Online] Tersedia dari: http://www.mkk.co.id/sejarah.php [Diakses: 29 November 2020]
Koperasi Karyawan Mical. (2013) Laporan Keuangan. [Online] Tersedia dari: http://www.mkk.co.id/LaporanKeuangan.php [Diakses: 29 November 2020]
Koperasi Karyawan Mical. (2013) Anggaran Dasar dan Rumah Tangga. [Online] Tersedia dari: http://www.MKK.co.id/adart.php [Diakses: 29 November 2020]
Publichealth. (2019) Population Health Methods. [Online] Tersedia dari: https://www.publichealth.columbia.edu/research/population-health-methods/content-analysis [Diakses: 29 November 2020]
KBBI. (2016) KBBI Online. [Online] Tersedia dari: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/. [Diakses: 29 November 2020]
Komentar
Posting Komentar